semua bebas memaknai kehidupan...begitu pula kebebasan dalam memaknai setiap huruf dalam goresan hati dan pikiran ini

.


kadang hati ingin mengungkap...
kadang mulut malas untuk mengucap...

cuma satu cara untuk membuatnya terlontar...
lewat kata-kata ini aku coba bersua...

Senin, 27 Februari 2012

sama


kami...
berdiri dengan kokohnya..
apakah kami kokoh?
kami...
seperti diam tak bernyawa..
apakah kami bernyawa?
kami..
seperti tak punya denyut..
apakah kami berdenyut?

kami sama..
karena tampak berdiri kokoh,
tampak seperti tak bernyawa,
dan tampak tak punya denyut

tapi kami berbedaaaaa
jangan berikan pengelihatan sekilas
lekuk kami tak sama
sadarlah bahwa kami tak serupa
kami berdenyut
kami bernapas
kami melihat
tapi memang kami bisu
dan tidaklah kau berikan kata "sama"
bagi kami yang bisu


[MK]
27.02.2012

*foto by Wayan Sriyasa "Keraton Yogyakarta"


semangat fajar

pagi datang menggandeng langkah
kicau burung menjadi asa yang baru lahir
geliat awan membuka pancaran fajar
deru mesin kian berjejal
apakah ini sebuah bisikan semangat???

tidakkah kau lihat, bayangan itu belum tegak
bahkan jam dinding pun belum ingin berdentang 12 kali
silakan kau hirup, baunya bukan senja
mentari baru terbangun
cobalah kau sentuh, kau takkan merasakan apa pun
kecuali kau sentuh dengan hati
lihat langkahnya....
dialah pejuang pagi
pergi bertarung melalui semak-semak fajar
langkahnya gontai
tapi sentuhlah kalbu dan semangatnya
dia memang sudah senja
tapi senja yang selalu menjadi fajar
intip goresan semangat jiwanya
mungkin fajar pun akan coba hadir di ragamu

[MK]
27.02.2012

*foto by Wayan Sriyasa "a glimpse of Jogja"


Rabu, 22 Februari 2012

nisbi

tersenyum bukan bahagia
melotot bukan amarah
menangis bukan sedih
tertidur bukan lelah
gurat wajah tak menyampaikan maksud
air muka tak memberikan rasa
kokoh tak berarti masif
siapakah yang tau asa di balik jubah
gemerlap hanya penghias
sudut jelas yang kasat hanya bayangan
apalah arti di balik semua penutup ini
lewat ujung ujung jemariku
akan aku katakan tentang rasa dan asa
tentang bahagia, amarah, sedih, dan lelah....

[MK]

*foto by Wayan Sriyasa "Taksu-Gerak&Agem"

Senin, 20 Februari 2012

bisu



diam bukan bisu...
bergerak bukan berontak
adakah yang mengerti bisu dalam berontaknya
mengertikah kita gerak dalam bisunya
kawanan kabut menyelimuti mentari
sesekali sinarnya masih mengitip di balik dedaunan
cakrawala menjadi saksi kemegahannya

dan, diam tetap bukan bisu!!!
sudut-sudut menjulang menjadi pertanda
hayat masih ada
rentetan awan berkejaran
berlomba menyelimuti titik-titik bumi yang tinggi

apakah diam adalah bisu???
hanya kuasa di atas langit yang menjawab
suara gemuruh akan terbangun dari tidurnya
teriakan binatang mulai bersautan
porak poranda menjadi pertanda
dan membuat kita akan sadar
bahwa diam tidak bisu
[MK]

*Foto by Wayan Sriyasa "Bromo"

Kamis, 08 Desember 2011

Suara Pagi dalam Hati

pagi di ujung barisan manusia
masuk berdesakan mengejar mentari sebelum tinggi
terhimpit sana sini terjepit penuh arti

Pagiku yang indah..
seperti dalam ceritaku beberapa pekan
di antara pagiku yang mendung
pagiku di balik kisah kelaparan pagi hari
pagi.. yang sempat membuatku bertanya
pagi.. yang memunculkan misteri tentang dia
pagi.. yang penuh penantian
di sela-sela gemuruh kaki-kaki pejuang pagi

aku...
terduduk
melihat
memerhatikan
bertanya

pagi ini... tak cerah tapi tak mendung
sudut jari termanis memberiku jawaban
ada lingkaran kebahagian mengikat dia
............

[MK]

Rabu, 23 November 2011

Gelombang

usai jumpa di hari ujung minggu
rasa lega melalui deretan kata yang terucap
walau tak usai, hanya awal

kian tak berharap, tak memohon
biar bagai air mengalir
tapi sayang... aliran air tak selalu lurus
namun berkelok dan kadang bergelombang

gelombang itu datang ke hadapku pagi cerah tadi
kelok itu datang melalui tatapannya
dan lagi-lagi menimbulkan tanya
berujung pada asa


[MK]

Senin, 14 November 2011

Dia... tentang dia

kembali ku menaruh guratan dalam rentetan kata-kata
dalam rangkaian huruf ini
aku hanya ingin bilang
mengungkap kalimat cerita yang tak bersuara
bersajak tanpa geming
dan hanya melalui goresan-goresan tangan


asa hadir bersamaku pagi ini
teringat lalu ingin bertemu
tapi Dia... Dia tak berikan asa itu
Dia tunjukkan bahwa Dia memberi bukan asaku
sadarku, betapa MAHA segala nyatanya
asaku agar Dia mempertemukan dengan dia
tapi Dia berkehendak lain agar aku tak bertemu dia

MK